PENGERTIAN,OBJEK DAN UJUAN STUDI ISLAM
REVISI MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Pengantar Studi Islam”
Dosen Pengampu:
Dr. Afiful Ikhwan M.Pd.I
|
|
Oleh:
Lalu Abdur Rahman (18112137)
&
Iqbal widyatama
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONORGO
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2018-2019
KATA PENGANTAR
Bisamillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala
puja dan puji syukur kita ucapakan kehadirat Allah subhanahu wataala yang
telah memberikan kita kesehatan rohani maupun jasmani dan segala macam ilmu yang
kita miliki sehingga kita bisa menyelesaikan makalah ini
Salawat
beriringkan salam tak lupa kita haturkan kepada baginda kita nabi muhammad sallallahu
alahi wasallama beserta para sahabat dan tabiin yang membawa kita dari
zaman yang penuh dengan kegelapan menuju zaman yang penuh dengan cahaya islam
pada saat ini
Selanjutnya
kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini banyak yang membantu dalam
menyelesaikan makalah kami, sehingganya kami berterimakasih dan segala hormat
kami kepada universitas muhammadiyah ponorogo beserta para rektor dan para
dosen atau pembimbing kami. Atas bimbingan, petujuk dan dorongan tersebut kami
hannya bisa berdo’a dan memohon kepada Allah subhanahu wataala semoga
ilmu ilmunya bermanfaat dan segala amal sholehnya dijadikan sebagai amal
jariyah disisiNYA amin ya rabbal alamin
Akhirnya
dengan adanya makalah ini, semoga dijadikan ilmu yang bermanfaat bagi kami dan
kepada seluruh pembaca amin ya rabbal alamin.
|
Ponorogo,
04 oktober 2018
penyusun
|
|
|
|
(LALU
ABDUR RAHMAN)
|
DAFTAR ISI
Halaman judul.......................................................................................................................i
Kata Pengantar....................................................................................................................ii
Daftar Isi ......................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah..........................................................................1
B.
Rumusan Masalah...................................................................................2
C.
Tujuan Masalah.......................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
PENGERTIAN, OBJEK DAN
TUJUAN STUDI ISLAM
A.
Pengertian Studi Islam............................................................................4
B.
Objek Studi Islam...................................................................................7
C.
Tujuan Studi Islam..................................................................................9
D.
Manfaat studi islam...............................................................................12
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................14
Saran............................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................15
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Agama
islam adalah agama yang diwahyukan Allah SWT kepada seluruh umat manusia yang
disampaikan oleh para Nabi dan Rasul-NYA, dari zaman Nabi Adam AS sampai kepada
Nabi Muhammad SAW, dan ajaran itu merupakan prinsip-prinsip atau pokok-pokok
yang menjadi sandaran manusia dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu ajaran
atau prinsip-prinsip tersebut disesuaikan berdasarkan tempat dan keadaan
umatnya. Di masa Nabi Muhammad SAW ajaran atau prinsip-prinsip itu telah mereka
sesuaikan dengan kepentingan atau kebutuhan manusia secara menyeluruh, dengan
begitu agama islam dapat dipelajari dimana dan bagaimanapun keadaan umat
manusia sampai akhir zaman. Inilah dalil atau bukti nyata bahwa agama yang di
bawa oleh Nabi Muhammad SAW merupakan agama yang paling terakhir di kehidupan
manusia dan merupakan agama pelengkap dari agama-agama para Nabi dan Rasul
sebelumnya.
Allah
SAW mewahyukan risalah tentang agama islam kepada Nabi Muhammad SAW agar semua
manusia percaya bahwa agama tersebut bisa memberikan pengaruh besar terhadap
kehidupan manusia di dunia dan akhirat, yang mana di dalam agama tersebut
terdapat berbagai macam bentuk petunjuk atau syariat tentang bagaimana
seharusnya umat manusia menyikapi hidup dan memiliki tujuan dari kehidupannya
yang lebih bermakna dan mengerti apa tujuan hidupnya yang sebenarnya sampai
akhir hayat. Dengan melihat perkembangan zaman yang semakin maju, agama islam
harus bisa membawa kesejahtraan dalam menyikapi atau memcahkan berbagai macam
persoalan dan permasalahan yang dihadapi manusia pada zaman ini, karena agama
islam bukan hanya sekedar menjadi lambing keshalehan seseorang melainkan agama
islam harus memiliki konsep yang nyata dan teratur supaya islam sebagai agama
yang paling sempurna dan efektif dalam memcahkan berbagai macam bentuk
persoalan dan permasalahan yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupannya.
Dan
seperti yang telah kita ketahui bahwa agama islam merupakan agama yang paling
komplek, sehingga kita harus mempelajari segala macam ajaranya dengan cara yang
tepat supaya kita bisa mengerti dan menjaga secara utuh tentang syariat yang
sebenarnya dibawa sejak dari Nabi Muhammad SAW. Contohnya di negara kita
Indonesia dari pertama kali agama islam masuk kedalamnya sampai sekarang
timbullah berbagai macam pemahaman atau ajaran yang berbeda dalam memahami
agama islam, maka dari itu walaupun berbeda cara pemahamannya akan tetapi kita
harus tetap memahami islam sebagai mana yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW
dengan selalu menjaga syariatnya.
Dan
kita lihat sekarang banyak umat islam khususnya pemuda islam tidak peduli atau
bahkan tidak mau tahu apa yang seharusnya mereka tahu dalam agamanya sendiri,
bahkan mereka melakukan sesuatu tanpa melihat aturan agamanya mereka hanya
menerima islam tanpa melakukan syariat islam dan mereka seolah-olah tidak tahu
apa tujuan agama islam dalam hidupnya.
Studi
islam sebagai kajian secara sistematis dan konsepsional terhadap agama islam
memiliki sebuah tujuan. Kegiatan apapun apalagi studi islam, akan lebih mudah
tercapai manakala ditetapkan tujuannya secara konkret dan komplek.
Setelah kita
mengetahui latar belakang diatas, kita bisa mengambil rumusan dan tujuan
masalah yang akan kita bahas pada makalah ini, berikut adalah rumusan masalah
yang bisa kita bahas yaitu:
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian dari metodoogi studi islam?
2. Apa
saja objek yang dibahas dalam studi islam?
3. Apa
saja tujuan studi islam?
4. Apakan
manfaat dari studi islam?
Setelah
kita mengetahui berbagai macam rumusan masalah diatas, maka kita bisa
memberikan tujuan masalah yang dapat kita jadikan sebagai jawaban dari
permasalahn diatas, berikut adalah tujuan masalah yaitu:
C. Tujuan Masalah
1. Dapat
memahami tentang pengertian metodologi studi islam.
2. Dapat
mengetahui objek studi islam.
3. Dapat
mengetahui tujuan dari studi islam.
4. Dapat
mengetahui manfaat dari studi islam.
BAB
II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN,
OBJEK DAN TUJUAN STUDI ISLAM
A.
Pengertian
Metodologi Studi Islam
Secara
bahasa, metodologi studi islam berasal dari kata Metodologi, studi, islam:
metodologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas dua suku kata “method”
berarti jalan dan “logos” berarti ilmu. Jadi kata metodologi bisa
kita simpulkan bahwa ilmu tentang jalan atau cara.
Studi
berasal dari bahasa inggris, yaitu study, yang berarti mempelajari atau
mengkaji. Sedangkan islam berasal dari bahasa arab yaitu dari kata salima
dan aslama. Salima mengandung arti selamat tunduk dan berserah.
Sedangkan aslama juga mengandung arti kepatuhan dan berserah.[1]
Jadi
bisa kita simpulkan bahwa metodologi studi islam adalah suatu cara atau
langkah-langkah yang mempelajari tentang islam. Pengertian lain menyebutkan
bahwa metodologi studi islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui
dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal
yang berhubungan dengan agama islam, baik yang berhubungan dengan ajaran,
sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan
sehari-hari.[2]
Maka
dari itu bisa kita simpulkan bahwa studi islam adalah sebuah cara atau jalan
dalam menjaga semua aturan-aturan dan bahkan prinsip-prinsip agama islam yang
dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai alat untuk memunculkan
kesejahtraan dan ketenangan jiwa para pemeluk agama tersebut, sehingga mereka
tidak lupa atau lalai dalam menjalankan syariat-syariat islam yang tertera pada
kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Allah
SAW mengingatkan kepada hambanya agar supaya kembali dengan keadaan yang
beriman. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
(ال عمران: 102)
Artinya: “wahai orang-orang yang
beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-NYA dan
janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri).”
(Ali-Imran: 102)[3]
Dalam kata lain
studi islam adalah sebuah upaya yang bersifat aspktual, polimetados,
pluralistic dan tanpa batas yang tegas. Ia berarti aspectual dalam arti bahwa
islam harus diperlukan sebagai salah satu aspek yang eksistensi. Sedangkan
studi islam yang bersifat polimetados dalam arti bahwa berbagai metode atau
disiplin yang berbeda digunakan untuk memahami islam, oleh Karena itu, orang
perlu memahami islam sebagai metode sejarah, penyelidikan sosiologis,
fenomenalogis dan sebagainya. Ia dikatakan pluralistik karena terdapat
bermacam-macam agama dan tradisi lain disamping agama islam itu sendiri.[4]
Setelah
kita melihat berbagai macam pandangan tentang pengertian studi islam, bahwa
studi islam hanya akan kembali ke ajaran-ajaran agama islam yang bermaksud
untuk mewujudkan kesejahtraan dalam kehidupan manusi. Dengan begitu studi islam
memiliki tiga tujuan yang mengacu pada kajian agama islam yaitu: pertama:
islam dapat kita pahami bahwa agama islam mengarah pada keselamatan dunia dan
akhirat, karena agama islam mengajarkan bahwa kita diseru untuk selalu
melakukan amal kebajika dan menjauhi segala bentuk larangan. Kedua:
agama islam itu tetap bermuara atau berlandaskan pada kepatuhan, ketundukan dan
berserah diri pada khalik. Ketiga: islam juga bisa kita pahami bahwa
islam adalah agama yang membawa kepada kehidupan yang damai dan sejahtera dalam
kehidupan manusia.
Akan
tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang apa tujuan utama dan
apa saja pengaruh agama islam dalam kehidupannya padahal tidak ada yang lebih
membahayakan kehidupan masyarakat dan agama serta menghalang-halangi
popularitasnya di tengah-tengah khalayak manusia seperti bahaya yang
ditimbulkan oleh pemahaman yang keliru mengenai agama itu sendiri. Dalam
pemahaman yang keliru ini, agama dipandang bukan sebagai suatu elemen vital
dalam kehidupan, melainkan sebagai sesuatu yang asing dan tidak mungkin
dijangkau oleh rasio dan daya nalar kebanyakan manusia yang amat terbatas itu,
kecuali oleh orang-orang tertentu yang rela melepaskan dirinya dari kehidupan
material yang nyata.[5]
Dan
dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan di sekitar permasalahan apakah
studi islam (agama) dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan,
mengingat sifat dan karakteristik antara ilmu pengetahuan dan agama berbeda.
Pembahasan di sekitar permasalahan ini banyak dikemukakan oleh para pemikir
islam belakangan ini. Amin Abdullah, misalnyan mengatakan jika penyelenggaran
dan penyampaian Islamic Studies atau Dirsah Islamiyah hanya
mendengarkan dakwah keagamaan didalam kelas, lalu apa bedanya dengan kegiatan
pengajian dan dakwah yang sudah ramai diselenggarakan di luar bangku kulliah?
Meresponi sinyalemen tersebut, menurut Amin Abdullah pangkal tolak kesulitan
pengembangan scope wilayah kajian Islamic Sudies atau Dirosah
Islamiyah berakar pada kesukaran seorang agamawan untuk membedakan antara
yang normativitas dan historisitas. Pada dataran normativitas kelihatan islam kurang
pas untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, sedangkan untuk dataran historisitas
nampaknya tidaklah salah.[6]
Dari
berbagai macam persoalan tentang permasalahan diatas bahwa untuk mempelajari
agama islam itu bukan hanya sekedar mempelajari di dalam kelas, melainkan harus
memiliki para ahli agama atau bisa disebut Ulama’ karena dengan mempelajari
islam hanya dengan satu bahan atau tumpuan bisa menjadikan pemahaman seseorang
itu tidak sampai kepada apa saja ajaran atau syariat islam yang sebenarnya,
maka timbullah pemahaman bahwa agama islam tidak bisa kita gunakan sebagai alat
untuk menjadikan kehidupan masyarakat yang damai dan dapat memecahkan seluruh
bentuk dari permasalahan. Dan di samping itu manusia juga memiliki rasio yang
cukup terbatas untuk mengetahui islam tanpa harus ada yang membimbingnya,
karena islam bukanlah agama yang bisa dipahami dengan akal manusia saja
melainkan dengan mengetahui ajaran-ajaran dan syariat-syariat yang dibawa oleh
Nabi Muhammad SAW.
B. Objek Studi Islam
Agama
Islam memang sangat menarik untuk dijadikan sebagai salah satu dari kajian dan
studi islam, dan dari itu kita sebagai umat muslim harus tetap berpedoman pada
Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di dalam perkembangannya agama islam bisa diterima
dalam segala aspek bidang ilmu pengetahuan, karena agama islam memiliki ilmu
yang sangat luas baik dalam ilmu yang khususnya menitik beratkan pada ajaran
agama, maupun dari segi aspek ilmu pengetahuan. Ini karena semua bentuk
ajarannya akan selalu bertemu pada isi dari kandungan Al-Qur’an baik secara
pendekatan agama maupun ilmu yang lainnya.
Studi
islam merupakan bahan untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal
baru yang khusunya berkaitan dengan agama islam. Sumber pokok bahan
pengajarannya adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Pada masa awal petumbuhan islam,
Nabu Muhammad SAW telah menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber pendidikan islam di
samping Sunnah beliau sendiri.[7]
Maka
dari itu objek pertama dalam mempelajari agama islam (studi islam) ialah
Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan buku pedoman
umat muslim yang bisa memberikan bukti adanya tuhan dan mengetahui segala
bentuk balasan bagi manusia atas apa yang telah mereka lakukan selama di dunia
dan bisa percaya bahwa surga dan neraka atau bahkan hal-hal yang ghaib itu
benar-benar ada.
Dan
selanjutnya, islam yang di jadikan sebagai salah satu dari objek studi islam
jika dikaitkan dengan ilmu agama memasukkan berbagai macam ilmu misalnya: At-Tafsir,
Ilmu Kalam, Al-Fiqh, Filsafat, dan Tasawuf. Yang mana semua itu
selalu berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan begitu islam akan terus
berkembang dan menjadi sarana untuk mengetahui hakekat kehidupan manusia
sehingga objek studi islam tidak menyeleweng dalam ajaran atau prinsip-prinsip
agama islam.
Dan
selain itu untuk memahami islam, studi islam juga memiliki objek atau sumber
pendekatan yang begitu sempurna dalam mamahami agama tersebut yaitu:
1. Pendekatan
Teologis Normativ
Pendekatan
teologis normative dalam memahami islam secara harfiyah dapat diartikan sebagai
upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak
dari suatu keyakinan bahawa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai
yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.
2. Pendekatan
Antropologis
Pendekatan
antropologis dalam memahami islam dapat diartikan sebagai salah satu upaya
memahami agama dengan cara melihat wujud praktek keagamaan yang tumbuh dan
berkembang dalam masyarakat.
3. Pendekatan
Sosiologis
Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, dan menyelidiki
ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya itu.
4. Pendekatan
Filosofis
Filsafat
berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat serta
berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.
5. Pendekatan
Historis
Sejarah
atau historis adalah suatu ilmu yang di dalamnya dibahas berbagai peristiwa
dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar belakang, dan pelaku
dari peristiwa tersebut.
6. Pendekatan
Kebudayaan
Kebudayaan
diartikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin menusia seperti
kepercayaan, kesenian, adat istiadat dan berarti pula kegiatan usaha babtin
untuk menciptakan sesuatu yang termasuk hasil kebudayaan.
7. Pendekatan
Psikologi
Psikologi
atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala prilaku
yang dapat diamatinya.[8]
C. Tujuan Studi Islam
Pada
zaman modern ini Islamic Studies atau Dirosah Islamiyah menjadi
sangat penting. Karena dengan agama memiliki peran dan fungsi yang begitu luas
dalam kehidupan masyarakat. Dan dengan adanya studi islam supaya manusia bisa
hidup bertoleran dalam berbagai macam agama khususnya di Indonesia, sehingga
umat muslim tidak dianggap sebagai orang yang membalas kekerasan dengan
kekerasan, dan bisa saling menghormati agama dengan agama lain sehingga bisa
terwujudnya masyarakat yang damai dan sejahtera tanpa adanya permushan satu
dengan yang lainnya.
Dan
selain itu ada beberapa pendapat dengan adanya tujuan dari studi islam itu
sendiri diantaranya ialah:
1. Al-Attas:
Beliau
berpendapat bahwa tujuan dari studi islam adalah membuat manusia menjadi lebih
baik dari segala bentuk peradaban manusia dalam kehidupan hakiki.
2. Marimba:
Beliau
mengatakan bahwa tujuan studi islam adalah terciptanya orang yang
berkepribadian muslim secara baik dan tulus dari hati nuraninya.
3. Al-Abrasi:
Beliau
menghendaki tujuan studi islam adalah terbentuknya manusia yang mulia.
4. Munir
Musyi’:
Beliau
mengatakan bahwa tujuan akhir studi islam ialah terciptanya manusia yang
sempurna dalam artian pemahaman tentang ilmu agama dan pengaplikasiannya.
5. Abdul
Fattah Jalal:
Beliau
mengatakan bahwa tujuan studi islam adalah terwujudnya manusia sebagai hamba
Allah SWT yang bertaqwa. Jalal mengatakan: tujuan studi ini akan melahirkan
tujuan-tujuan khusus. Dengan mengutip ayat Al-Qur’an Surah At-Takwir: 27 yang
berbunyi:
اِنْ
هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالمَـِيْنَ (27)
Artinya:
“(Al-Qur’an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam”
(At-Takwir: 27).[9]
Jadi
menurut agama islam tujuan studi islam haruslah menjadikan seluruh manusia,
menjadi manusia yang menghambakan diri kepada Allah SAW. Maksudnya adalah
beribadah kepadanya dengan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun.[10]
Jadi
bisa kita simpulkan bahwa dengan adanya studi islam kita bisa mempelajari agama
islam dengan tepat dan mendalam sehingga kita bisa melihat bagaimana posisi
agama itu sendiri pada kehidupan manusia bahkan masyarakat. Dan supaya kita
mengenal bagaiaman ajaran-ajaran agama islam yang benar yang dibawa oleh
Rasulullah SAW. Dan kita bisa mempelajari sumber-sumber agama islam yang abadi
dan dinamis dan kita bisa mengetahui bagaimana peran atau aktualisanya dalam
kehidupan masyarakat. Dan yang terakhir kita bisa memahami prinsip-prinsip dan
nilai-nilai agama islam, dan bagaimana seharunya realisasi agama islam berjalan
dengan memberikan bimbingan terhadap kemajuan budaya atau peradaban manusia.
Dan
disamping itu kita bisa mebedakan prinsip-prinsip islam yang benar sebagaimana
yang dikatakan para ilmuan yaitu:
Prinsip-prinsip
dalam agama islam sekurang-kurangnya dapat dipisahkan menjadi dua macam. Pertama
yang bersifat doktrin, yaitu prinsip yang berupa ajaran yang harus diajarkan
dan diterima apa adanya. Dasar penerimaanya ialah keyakinan bahwa itu benar karena datang dari yang maha benar.
Prinsip-prinsip ini ialah prinsip yang ditujukan oleh dalil naqli yang tegas.
Dalil naqli yang tegas ini di dala studi islam disebut dalil muhkam atau dalil qath’i.
hukum-hukum atau prinsip-prinsip yang ditunjuk oleh dalil ini selalu disepakati
oleh para ulama’ tidak ada perdebatan pendapat. Contohnya ialah babi haram,
zina haram; shalat lima waktu wajib, wajib puasa dalam bulan Ramadhan.
Prinsip-prinsip seperti inilah yang disebut sebagai prinsip yang bersifat
doktrin.
Kedua,
prinsip-prinsip yang bukan dokterin. Ia merupakan butira-butiran ajaran islam
yang khilafiyah. Ini adalah ajaran islam yang ditunjuk oleh dalil ghayr muhkam
atau disebut juga dalil-dalil mutasyabihat.
Ajaran-ajaran yang berasal dari dalil ini yang berupa prinsip-prinsip yang
diperdebatkan oleh para ulama’. Contohnya seperti penentuan tanggal memulai
puasa Ramadhan, bunga bank dan lain sebagainya. Dalam khazanah studi islam
ajaran yang tidak disepakati ini disebut prinsip-prinsip khilafiyah.[11]
Dari
pendapat diatas bisa kita simpulkan bahwa dengan adanya studi islam kita bisa
memahami isi kandungan ajaran agama yang mana disana sudah ada prinsip-prinsip
yang tidak boleh kita rubah, dan sebaliknya dalam agama islam juga memiliki
prinsip-prinsip yang bersifat khilafiyah, dengan begitu tujuan studi islam
adalah untuk memunculkan pemikiran-pemikiran yang selalu terarah pada Al-Qur’an
dan As-Sunnah.
Dan
kita harus selalu berlindung dan berdo’a kepada Allah SWT agar kita selalu di
jalan yang benar. Rasulullah SAW berasabda:
وَ
عَنْ طَارِقِ بْنِ أَشْيَمَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَسْلَمَ
عَلَّمَهُ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، الصَّلَاةَ، ثُمَّ أَمَرَهُ
أَنْ يَدْعُوَ بِهَؤُلَاءِ الكَلِمَاتِ: (اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَ ارْحَمْنِيْ،
وَ اهْدِنِيْ، وَ عَافِنِيْ، وَ ارْزُقْنِيْ). رواه مسلم.
Artinya: “Dari
Thariq Bin Asyyam Al-Asyja’I, ia bercerita bahwa seseorang ketika memeluk islam
diajarkan shalat oleh Rasulullah SAW. Rasul juga memerintahkan orang tersebut
untuk berdo’a dengan lafal ini, Allahummaghfirli, warhamni, wahdini,
wa’afini, warzuqni. (HR. Muslim).[12]
D. Manfaat Studi islam
Dengan
adanya studi islam tentu akan memberikan kepada manusia ruang dalam pemikiran
secara kritis terhadap semua persoalan agama, khususnya agama islam. Sehingga
agama islam tidak dianggap sebagai agama yang ketiggalan zaman. Sejak
kedatangan islam pada abad ke-13 M. hingga saat ini, fenomena pemahaman
keislaman ummat islam di Indonesia masih ditandai oleh keadaan ummat variativ.
Pemahaman keislaman serupa ini barangkali terjadi pula di berbagai macam Negara
lainnya. Kita tidak tahu persis apakah kondisi demikian itu merupakan suatu
yang alami yang harus diterima sebagai suatu kenyataan untuk diambil
hikamahnya, ataukah diperlukan adanya standard umum yang perlu diterapkan dan
diberlakukan kepada berbagai paham keagamaan yang variatif itu, sehingga
walaupun keadaanya umat bervariasi tetapi tidak keluar dari ajaran yang
terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta sejalan dengan data-data
historis yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.[13]
Setelah kita
mengetahui permasalahan diatas maka dengan studi islam kita bisa menyikapi
ajaran agama atau prinsip-prinsip agama dengan tepat dan benar, sehingga kita
bisa menjadikan agama sebagai salah satu dari jalan menuju kesuksesan kita
dalam mentauhidkan tuhan. Walaupun ummat muslim belum memahami ajaran agama
islam secara keseluruhan namun dengan studi islam kita bisa mendalaminya
sehingga kita tidak dianggap sebagai ummat yang ketinggalan zaman. Dan dengan
adanya studi islam seorang muslim harus bisa membuktikan bahwa agama islam
memiliki pengaruh yang luas dalam kehidupan manusia, dengan begitu islam akan
muncul dengan keilmuan-keilmuan yang selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan
As-Sunnah.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Studi
islam adalah salah satu cara mempelajari agama islam dari segala macam
seluk-beluknya. Dan untuk menjaga semua prinsip-prinsip atau aturan-aturan yang
dibawa oleh para Nabi dan Rasul Allah SWT unutk menciptakan kehidupan manusia
yang sejahtera sehigga tidak keluar dari norma-norma agama islam yang sudah ada
dari zaman dulu sampai yang akan datang.
Studi
islam sebagai subjek studi dari ilmu-ilmu yang lainnya juga harus memiliki
keterkaitan yang erat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga tidak keluar
dari isi di dalamnya, dan bisa dijadikan sebagai langkah untuk memperluas
pengetahuan dalam bidang agama maupun bidang ilmu pengetahuan yang lainnya.
Dengan
begitu studi islam memiliki tujuan yang menjadikan para muslim dan muslimat
mengetahui dasar-dasar konsep agama islam dan apa yang dimaksud dengan agama
islam itu sendiri. Sehingga agama islam bisa menjadikan pemeluknya memiliki
kepribadian yang baik, baik dalam perkataa maupun tingkah laku dalam kehidupan
sehari-harinya dan menjadi rahmatan lil aalamin.
Dan setelah kita
mengetahui segala macam arti dan tujuan studi islam pasti kita bisaa
mendapatkan manfaat yang bisa mengubah pola piker manusia yang memiliki jiwa
kritis tentang islam yang bisa menuntaskan segala macam gejola ataupun
perdebatan dengan ilmu keagamaan khususnya dengan ilmu agama islam.
B. Saran
Kita sebagai
ummat yang beragama islam harus memiliki pengetahuan tentang apa arti dan
tujuan dari agama tersebut, sehingga kita bisa memilih jalan yang benar untuk
kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.
DAFTAR
PUSTAKA
Gunawan,
Heri. 2015. Kurikulum Dan Pembelajaran Studi Agama Islam. Bandung: PT.
Alfabeta. Cetakan pertama.
Khallaf,
Muhamad, Mun’im, Abdul. 1995. Agama Dalam Perspektif Rasional. Jakarta:
PT. Firdaus. Cetakan kedua.
Nata,
Abuddin. 1998. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada. Cetakan pertama.
Ramayulis.
2001. Metodologi Pengajaran Agama islam. Jakarta Pusat: PT. Kalam Mulia.
Cetakan ketiga.
Santri,
Gama, Beta, Alpa. 2018. Pengertian Objek Dan Tujuan Studi Islam, dalam http://www.scribd.com/document/325709851/2018/09/Pengertian-objek-dan-tujuan-studi-islam,
diakses pada kamis, 29 September 2018.
Surya,
Abdillah. 2013. Pengertian Objek Dan Tujuan Studi Islam, dalam
blogspot.com-Pengertian-Objek-Dan-Tujuan-Studi-Islam, diakses pada selasa, 15
Oktober 2013.
Sarjanaku.
2013. Pengertian Metodologi Studi Islam, dalam html?m:www.sarjanaku.com/Pengertian-Metodologi-Studi-Islam,
diakses pada sabtu, 10 Maret 2013.
Tafsir,
Ahmad. 2004. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya. Cetakan pertama.
Qur’an, Assobar. 2013. Al-Qur’an Nul
Karim. Jakarta Timur: PT. Al-Mubin.
Zakariya, Abi, Imam. 1994. Riyaadu
As-Sholihin
[1] Alpabetagamasantri, pengertian
objek dan tujuan studi islam, dalam https://www.scribd.com/document/325709851-pengertian-objek-dan-tujuan-studi-islam/ diunggah pada kamis,
29 sep 2018.
[2] Abdillahsurya7, pengertian,
objek dan tujuan studi islam, dalam
blogspot.com-pengertian-objek-dan-tujuan-studi-islam.html?m/ diunggah pada
selasa, 15 okt 2013.
[3] Assobar Qur’an, Al-Qur’an Nul
Karim (Jakarta Timur: Pustaka Al-Mubin, 2013), hlm. 63.
[4] Sarjanaku, penggertian
metodologi studi islam dalam html?m://www.sarjanaku.com/
pengertian-metodologi-studi-islam/ diunggah pada sabtu, 10 maret 2013.
[5] Abdul Mun’im Muhammad Khallaf, Agama
Dalam Prespektif Rasional Edisi 2 (Jakarta: PT. Pustaka Firdaus,
1995), hlm. 20.
[6] Abuddin Nata, Metodologi
Studi Islam Edisi 1 (Jakarta: PT. Raja Grafindi Persada, 1998), hlm. 102.
[7] Ramayulis, Metodologi
Pengajaran Agama Islam Edisi 3 (Jakarta: PT. Kalam Mulia, 2001), hlm. 61.
[8] Abuddin Nata, op. cit. hlm.
27-51.
[9]
Assobar Qur’an, Op. cit, hlm. 586.
[10] Heri Gunawan, Kurikulum Dan
Pembelajaran Studi Agama Islam Edisi 1 (Bandung: PT. Alfabeta, 2012), hlm.
2015.
[11] Ahmad Tafsir, Metodologi
Pengajaran Agama Islam Edisi 1 (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), hlm.
115.
[12] Imam Zakariya, Riyaadu
As-Sholihin, hadits ke-1469, hlm. 267.
[13] Abuddin Nata, Op. cit. hlm. 95.