Kamis, 10 Januari 2019

Revisi makalah Pengertian, Objek dan Tujuan Studi Islam




PENGERTIAN,OBJEK DAN UJUAN STUDI ISLAM
REVISI MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Pengantar Studi Islam”
Dosen Pengampu:
Dr. Afiful Ikhwan M.Pd.I


Oleh:
Lalu Abdur Rahman (18112137)
&
Iqbal widyatama
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONORGO
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2018-2019

KATA PENGANTAR
Bisamillahirrahmanirrohim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puja dan puji syukur kita ucapakan kehadirat Allah subhanahu wataala yang telah memberikan kita kesehatan rohani maupun jasmani dan segala macam ilmu yang kita miliki sehingga kita bisa menyelesaikan makalah ini
Salawat beriringkan salam tak lupa kita haturkan kepada baginda kita nabi muhammad sallallahu alahi wasallama beserta para sahabat dan tabiin yang membawa kita dari zaman yang penuh dengan kegelapan menuju zaman yang penuh dengan cahaya islam pada saat ini
Selanjutnya kami sadar bahwa dalam pembuatan makalah ini banyak yang membantu dalam menyelesaikan makalah kami, sehingganya kami berterimakasih dan segala hormat kami kepada universitas muhammadiyah ponorogo beserta para rektor dan para dosen atau pembimbing kami. Atas bimbingan, petujuk dan dorongan tersebut kami hannya bisa berdo’a dan memohon kepada Allah subhanahu wataala semoga ilmu ilmunya bermanfaat dan segala amal sholehnya dijadikan sebagai amal jariyah disisiNYA amin ya rabbal alamin
Akhirnya dengan adanya makalah ini, semoga dijadikan ilmu yang bermanfaat bagi kami dan kepada seluruh pembaca amin ya rabbal alamin.
Ponorogo, 04 oktober 2018
penyusun











(LALU ABDUR RAHMAN)
DAFTAR ISI

Halaman judul.......................................................................................................................i
Kata Pengantar....................................................................................................................ii
Daftar Isi        ......................................................................................................................iii
                        
BAB I             PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah..........................................................................1
B.       Rumusan Masalah...................................................................................2
C.       Tujuan Masalah.......................................................................................3

BAB II            PEMBAHASAN
                        PENGERTIAN, OBJEK DAN TUJUAN STUDI ISLAM
A.      Pengertian Studi Islam............................................................................4
B.       Objek Studi Islam...................................................................................7
C.      Tujuan Studi Islam..................................................................................9
D.      Manfaat studi islam...............................................................................12

BAB III          PENUTUP
                        Kesimpulan .................................................................................................14
                        Saran............................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................15



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Agama islam adalah agama yang diwahyukan Allah SWT kepada seluruh umat manusia yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul-NYA, dari zaman Nabi Adam AS sampai kepada Nabi Muhammad SAW, dan ajaran itu merupakan prinsip-prinsip atau pokok-pokok yang menjadi sandaran manusia dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu ajaran atau prinsip-prinsip tersebut disesuaikan berdasarkan tempat dan keadaan umatnya. Di masa Nabi Muhammad SAW ajaran atau prinsip-prinsip itu telah mereka sesuaikan dengan kepentingan atau kebutuhan manusia secara menyeluruh, dengan begitu agama islam dapat dipelajari dimana dan bagaimanapun keadaan umat manusia sampai akhir zaman. Inilah dalil atau bukti nyata bahwa agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW merupakan agama yang paling terakhir di kehidupan manusia dan merupakan agama pelengkap dari agama-agama para Nabi dan Rasul sebelumnya.
Allah SAW mewahyukan risalah tentang agama islam kepada Nabi Muhammad SAW agar semua manusia percaya bahwa agama tersebut bisa memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan manusia di dunia dan akhirat, yang mana di dalam agama tersebut terdapat berbagai macam bentuk petunjuk atau syariat tentang bagaimana seharusnya umat manusia menyikapi hidup dan memiliki tujuan dari kehidupannya yang lebih bermakna dan mengerti apa tujuan hidupnya yang sebenarnya sampai akhir hayat. Dengan melihat perkembangan zaman yang semakin maju, agama islam harus bisa membawa kesejahtraan dalam menyikapi atau memcahkan berbagai macam persoalan dan permasalahan yang dihadapi manusia pada zaman ini, karena agama islam bukan hanya sekedar menjadi lambing keshalehan seseorang melainkan agama islam harus memiliki konsep yang nyata dan teratur supaya islam sebagai agama yang paling sempurna dan efektif dalam memcahkan berbagai macam bentuk persoalan dan permasalahan yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupannya.
Dan seperti yang telah kita ketahui bahwa agama islam merupakan agama yang paling komplek, sehingga kita harus mempelajari segala macam ajaranya dengan cara yang tepat supaya kita bisa mengerti dan menjaga secara utuh tentang syariat yang sebenarnya dibawa sejak dari Nabi Muhammad SAW. Contohnya di negara kita Indonesia dari pertama kali agama islam masuk kedalamnya sampai sekarang timbullah berbagai macam pemahaman atau ajaran yang berbeda dalam memahami agama islam, maka dari itu walaupun berbeda cara pemahamannya akan tetapi kita harus tetap memahami islam sebagai mana yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dengan selalu menjaga syariatnya.
Dan kita lihat sekarang banyak umat islam khususnya pemuda islam tidak peduli atau bahkan tidak mau tahu apa yang seharusnya mereka tahu dalam agamanya sendiri, bahkan mereka melakukan sesuatu tanpa melihat aturan agamanya mereka hanya menerima islam tanpa melakukan syariat islam dan mereka seolah-olah tidak tahu apa tujuan agama islam dalam hidupnya.
Studi islam sebagai kajian secara sistematis dan konsepsional terhadap agama islam memiliki sebuah tujuan. Kegiatan apapun apalagi studi islam, akan lebih mudah tercapai manakala ditetapkan tujuannya secara konkret dan komplek.
Setelah kita mengetahui latar belakang diatas, kita bisa mengambil rumusan dan tujuan masalah yang akan kita bahas pada makalah ini, berikut adalah rumusan masalah yang bisa kita bahas yaitu:

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari metodoogi studi islam?
2.      Apa saja objek yang dibahas dalam studi islam?
3.      Apa saja tujuan studi islam?
4.      Apakan manfaat dari studi islam?

Setelah kita mengetahui berbagai macam rumusan masalah diatas, maka kita bisa memberikan tujuan masalah yang dapat kita jadikan sebagai jawaban dari permasalahn diatas, berikut adalah tujuan masalah yaitu:
C.    Tujuan Masalah
1.      Dapat memahami tentang pengertian metodologi studi islam.
2.      Dapat mengetahui objek studi islam.
3.      Dapat mengetahui tujuan dari studi islam.
4.      Dapat mengetahui manfaat dari studi islam.




























BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN, OBJEK DAN TUJUAN STUDI ISLAM
A.    Pengertian Metodologi Studi Islam
Secara bahasa, metodologi studi islam berasal dari kata Metodologi, studi, islam: metodologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas dua suku kata “method” berarti jalan dan “logos” berarti ilmu. Jadi kata metodologi bisa kita simpulkan bahwa ilmu tentang jalan atau cara.
Studi berasal dari bahasa inggris, yaitu study, yang berarti mempelajari atau mengkaji. Sedangkan islam berasal dari bahasa arab yaitu dari kata salima dan aslama. Salima mengandung arti selamat tunduk dan berserah. Sedangkan aslama juga mengandung arti kepatuhan dan berserah.[1]
Jadi bisa kita simpulkan bahwa metodologi studi islam adalah suatu cara atau langkah-langkah yang mempelajari tentang islam. Pengertian lain menyebutkan bahwa metodologi studi islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama islam, baik yang berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.[2]
Maka dari itu bisa kita simpulkan bahwa studi islam adalah sebuah cara atau jalan dalam menjaga semua aturan-aturan dan bahkan prinsip-prinsip agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai alat untuk memunculkan kesejahtraan dan ketenangan jiwa para pemeluk agama tersebut, sehingga mereka tidak lupa atau lalai dalam menjalankan syariat-syariat islam yang tertera pada kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Allah SAW mengingatkan kepada hambanya agar supaya kembali dengan keadaan yang beriman. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
(ال عمران: 102)
          Artinya: “wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-NYA dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri).” (Ali-Imran: 102)[3]
Dalam kata lain studi islam adalah sebuah upaya yang bersifat aspktual, polimetados, pluralistic dan tanpa batas yang tegas. Ia berarti aspectual dalam arti bahwa islam harus diperlukan sebagai salah satu aspek yang eksistensi. Sedangkan studi islam yang bersifat polimetados dalam arti bahwa berbagai metode atau disiplin yang berbeda digunakan untuk memahami islam, oleh Karena itu, orang perlu memahami islam sebagai metode sejarah, penyelidikan sosiologis, fenomenalogis dan sebagainya. Ia dikatakan pluralistik karena terdapat bermacam-macam agama dan tradisi lain disamping agama islam itu sendiri.[4]
Setelah kita melihat berbagai macam pandangan tentang pengertian studi islam, bahwa studi islam hanya akan kembali ke ajaran-ajaran agama islam yang bermaksud untuk mewujudkan kesejahtraan dalam kehidupan manusi. Dengan begitu studi islam memiliki tiga tujuan yang mengacu pada kajian agama islam yaitu: pertama: islam dapat kita pahami bahwa agama islam mengarah pada keselamatan dunia dan akhirat, karena agama islam mengajarkan bahwa kita diseru untuk selalu melakukan amal kebajika dan menjauhi segala bentuk larangan. Kedua: agama islam itu tetap bermuara atau berlandaskan pada kepatuhan, ketundukan dan berserah diri pada khalik. Ketiga: islam juga bisa kita pahami bahwa islam adalah agama yang membawa kepada kehidupan yang damai dan sejahtera dalam kehidupan manusia.
Akan tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang apa tujuan utama dan apa saja pengaruh agama islam dalam kehidupannya padahal tidak ada yang lebih membahayakan kehidupan masyarakat dan agama serta menghalang-halangi popularitasnya di tengah-tengah khalayak manusia seperti bahaya yang ditimbulkan oleh pemahaman yang keliru mengenai agama itu sendiri. Dalam pemahaman yang keliru ini, agama dipandang bukan sebagai suatu elemen vital dalam kehidupan, melainkan sebagai sesuatu yang asing dan tidak mungkin dijangkau oleh rasio dan daya nalar kebanyakan manusia yang amat terbatas itu, kecuali oleh orang-orang tertentu yang rela melepaskan dirinya dari kehidupan material yang nyata.[5]
Dan dikalangan para ahli masih terdapat perdebatan di sekitar permasalahan apakah studi islam (agama) dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan, mengingat sifat dan karakteristik antara ilmu pengetahuan dan agama berbeda. Pembahasan di sekitar permasalahan ini banyak dikemukakan oleh para pemikir islam belakangan ini. Amin Abdullah, misalnyan mengatakan jika penyelenggaran dan penyampaian Islamic Studies atau Dirsah Islamiyah hanya mendengarkan dakwah keagamaan didalam kelas, lalu apa bedanya dengan kegiatan pengajian dan dakwah yang sudah ramai diselenggarakan di luar bangku kulliah? Meresponi sinyalemen tersebut, menurut Amin Abdullah pangkal tolak kesulitan pengembangan scope wilayah kajian Islamic Sudies atau Dirosah Islamiyah berakar pada kesukaran seorang agamawan untuk membedakan antara yang normativitas dan historisitas. Pada dataran normativitas kelihatan islam kurang pas untuk dikatakan sebagai disiplin ilmu, sedangkan untuk dataran historisitas nampaknya tidaklah salah.[6]
Dari berbagai macam persoalan tentang permasalahan diatas bahwa untuk mempelajari agama islam itu bukan hanya sekedar mempelajari di dalam kelas, melainkan harus memiliki para ahli agama atau bisa disebut Ulama’ karena dengan mempelajari islam hanya dengan satu bahan atau tumpuan bisa menjadikan pemahaman seseorang itu tidak sampai kepada apa saja ajaran atau syariat islam yang sebenarnya, maka timbullah pemahaman bahwa agama islam tidak bisa kita gunakan sebagai alat untuk menjadikan kehidupan masyarakat yang damai dan dapat memecahkan seluruh bentuk dari permasalahan. Dan di samping itu manusia juga memiliki rasio yang cukup terbatas untuk mengetahui islam tanpa harus ada yang membimbingnya, karena islam bukanlah agama yang bisa dipahami dengan akal manusia saja melainkan dengan mengetahui ajaran-ajaran dan syariat-syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
B.     Objek Studi Islam
Agama Islam memang sangat menarik untuk dijadikan sebagai salah satu dari kajian dan studi islam, dan dari itu kita sebagai umat muslim harus tetap berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di dalam perkembangannya agama islam bisa diterima dalam segala aspek bidang ilmu pengetahuan, karena agama islam memiliki ilmu yang sangat luas baik dalam ilmu yang khususnya menitik beratkan pada ajaran agama, maupun dari segi aspek ilmu pengetahuan. Ini karena semua bentuk ajarannya akan selalu bertemu pada isi dari kandungan Al-Qur’an baik secara pendekatan agama maupun ilmu yang lainnya.
Studi islam merupakan bahan untuk menambah ilmu pengetahuan yang mengandung hal-hal baru yang khusunya berkaitan dengan agama islam. Sumber pokok bahan pengajarannya adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Pada masa awal petumbuhan islam, Nabu Muhammad SAW telah menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber pendidikan islam di samping Sunnah beliau sendiri.[7]
Maka dari itu objek pertama dalam mempelajari agama islam (studi islam) ialah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena Al-Qur’an dan As-Sunnah merupakan buku pedoman umat muslim yang bisa memberikan bukti adanya tuhan dan mengetahui segala bentuk balasan bagi manusia atas apa yang telah mereka lakukan selama di dunia dan bisa percaya bahwa surga dan neraka atau bahkan hal-hal yang ghaib itu benar-benar ada.
Dan selanjutnya, islam yang di jadikan sebagai salah satu dari objek studi islam jika dikaitkan dengan ilmu agama memasukkan berbagai macam ilmu misalnya: At-Tafsir, Ilmu Kalam, Al-Fiqh, Filsafat, dan Tasawuf. Yang mana semua itu selalu berkaitan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan begitu islam akan terus berkembang dan menjadi sarana untuk mengetahui hakekat kehidupan manusia sehingga objek studi islam tidak menyeleweng dalam ajaran atau prinsip-prinsip agama islam.
Dan selain itu untuk memahami islam, studi islam juga memiliki objek atau sumber pendekatan yang begitu sempurna dalam mamahami agama tersebut yaitu:
1.      Pendekatan Teologis Normativ
Pendekatan teologis normative dalam memahami islam secara harfiyah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu keyakinan bahawa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya.
2.      Pendekatan Antropologis
Pendekatan antropologis dalam memahami islam dapat diartikan sebagai salah satu upaya memahami agama dengan cara melihat wujud praktek keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
3.      Pendekatan Sosiologis
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia yang menguasai hidupnya itu.
4.      Pendekatan Filosofis
Filsafat berarti mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat serta berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.
5.      Pendekatan Historis
Sejarah atau historis adalah suatu ilmu yang di dalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar belakang, dan pelaku dari peristiwa tersebut.
6.      Pendekatan Kebudayaan
Kebudayaan diartikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin menusia seperti kepercayaan, kesenian, adat istiadat dan berarti pula kegiatan usaha babtin untuk menciptakan sesuatu yang termasuk hasil kebudayaan.
7.      Pendekatan Psikologi
Psikologi atau ilmu jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa seseorang melalui gejala prilaku yang dapat diamatinya.[8]

C.    Tujuan Studi Islam
Pada zaman modern ini Islamic Studies atau Dirosah Islamiyah menjadi sangat penting. Karena dengan agama memiliki peran dan fungsi yang begitu luas dalam kehidupan masyarakat. Dan dengan adanya studi islam supaya manusia bisa hidup bertoleran dalam berbagai macam agama khususnya di Indonesia, sehingga umat muslim tidak dianggap sebagai orang yang membalas kekerasan dengan kekerasan, dan bisa saling menghormati agama dengan agama lain sehingga bisa terwujudnya masyarakat yang damai dan sejahtera tanpa adanya permushan satu dengan yang lainnya.
Dan selain itu ada beberapa pendapat dengan adanya tujuan dari studi islam itu sendiri diantaranya ialah:
1.      Al-Attas:
Beliau berpendapat bahwa tujuan dari studi islam adalah membuat manusia menjadi lebih baik dari segala bentuk peradaban manusia dalam kehidupan hakiki.
2.      Marimba:
Beliau mengatakan bahwa tujuan studi islam adalah terciptanya orang yang berkepribadian muslim secara baik dan tulus dari hati nuraninya.
3.      Al-Abrasi:
Beliau menghendaki tujuan studi islam adalah terbentuknya manusia yang mulia.
4.      Munir Musyi’:
Beliau mengatakan bahwa tujuan akhir studi islam ialah terciptanya manusia yang sempurna dalam artian pemahaman tentang ilmu agama dan pengaplikasiannya.
5.      Abdul Fattah Jalal:
Beliau mengatakan bahwa tujuan studi islam adalah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah SWT yang bertaqwa. Jalal mengatakan: tujuan studi ini akan melahirkan tujuan-tujuan khusus. Dengan mengutip ayat Al-Qur’an Surah At-Takwir: 27 yang berbunyi:
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالمَـِيْنَ (27)
Artinya: “(Al-Qur’an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam” (At-Takwir: 27).[9]
Jadi menurut agama islam tujuan studi islam haruslah menjadikan seluruh manusia, menjadi manusia yang menghambakan diri kepada Allah SAW. Maksudnya adalah beribadah kepadanya dengan tidak mempersekutukannya dengan suatu apapun.[10]
Jadi bisa kita simpulkan bahwa dengan adanya studi islam kita bisa mempelajari agama islam dengan tepat dan mendalam sehingga kita bisa melihat bagaimana posisi agama itu sendiri pada kehidupan manusia bahkan masyarakat. Dan supaya kita mengenal bagaiaman ajaran-ajaran agama islam yang benar yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Dan kita bisa mempelajari sumber-sumber agama islam yang abadi dan dinamis dan kita bisa mengetahui bagaimana peran atau aktualisanya dalam kehidupan masyarakat. Dan yang terakhir kita bisa memahami prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama islam, dan bagaimana seharunya realisasi agama islam berjalan dengan memberikan bimbingan terhadap kemajuan budaya atau peradaban manusia.
Dan disamping itu kita bisa mebedakan prinsip-prinsip islam yang benar sebagaimana yang dikatakan para ilmuan yaitu:
Prinsip-prinsip dalam agama islam sekurang-kurangnya dapat dipisahkan menjadi dua macam. Pertama yang bersifat doktrin, yaitu prinsip yang berupa ajaran yang harus diajarkan dan diterima apa adanya. Dasar penerimaanya ialah keyakinan bahwa  itu benar karena datang dari yang maha benar. Prinsip-prinsip ini ialah prinsip yang ditujukan oleh dalil naqli yang tegas. Dalil naqli yang tegas ini di dala studi islam disebut dalil muhkam atau dalil qath’i. hukum-hukum atau prinsip-prinsip yang ditunjuk oleh dalil ini selalu disepakati oleh para ulama’ tidak ada perdebatan pendapat. Contohnya ialah babi haram, zina haram; shalat lima waktu wajib, wajib puasa dalam bulan Ramadhan. Prinsip-prinsip seperti inilah yang disebut sebagai prinsip yang bersifat doktrin.
Kedua, prinsip-prinsip yang bukan dokterin. Ia merupakan butira-butiran ajaran islam yang khilafiyah. Ini adalah ajaran islam yang ditunjuk oleh dalil ghayr muhkam atau disebut juga dalil-dalil  mutasyabihat. Ajaran-ajaran yang berasal dari dalil ini yang berupa prinsip-prinsip yang diperdebatkan oleh para ulama’. Contohnya seperti penentuan tanggal memulai puasa Ramadhan, bunga bank dan lain sebagainya. Dalam khazanah studi islam ajaran yang tidak disepakati ini disebut prinsip-prinsip khilafiyah.[11]
Dari pendapat diatas bisa kita simpulkan bahwa dengan adanya studi islam kita bisa memahami isi kandungan ajaran agama yang mana disana sudah ada prinsip-prinsip yang tidak boleh kita rubah, dan sebaliknya dalam agama islam juga memiliki prinsip-prinsip yang bersifat khilafiyah, dengan begitu tujuan studi islam adalah untuk memunculkan pemikiran-pemikiran yang selalu terarah pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Dan kita harus selalu berlindung dan berdo’a kepada Allah SWT agar kita selalu di jalan yang benar. Rasulullah SAW berasabda:
وَ عَنْ طَارِقِ بْنِ أَشْيَمَ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، الصَّلَاةَ، ثُمَّ أَمَرَهُ أَنْ يَدْعُوَ بِهَؤُلَاءِ الكَلِمَاتِ: (اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ، وَ ارْحَمْنِيْ، وَ اهْدِنِيْ، وَ عَافِنِيْ، وَ ارْزُقْنِيْ). رواه مسلم.
                        Artinya: “Dari Thariq Bin Asyyam Al-Asyja’I, ia bercerita bahwa seseorang ketika memeluk islam diajarkan shalat oleh Rasulullah SAW. Rasul juga memerintahkan orang tersebut untuk berdo’a dengan lafal ini, Allahummaghfirli, warhamni, wahdini, wa’afini, warzuqni. (HR. Muslim).[12]

D.    Manfaat Studi islam
Dengan adanya studi islam tentu akan memberikan kepada manusia ruang dalam pemikiran secara kritis terhadap semua persoalan agama, khususnya agama islam. Sehingga agama islam tidak dianggap sebagai agama yang ketiggalan zaman. Sejak kedatangan islam pada abad ke-13 M. hingga saat ini, fenomena pemahaman keislaman ummat islam di Indonesia masih ditandai oleh keadaan ummat variativ. Pemahaman keislaman serupa ini barangkali terjadi pula di berbagai macam Negara lainnya. Kita tidak tahu persis apakah kondisi demikian itu merupakan suatu yang alami yang harus diterima sebagai suatu kenyataan untuk diambil hikamahnya, ataukah diperlukan adanya standard umum yang perlu diterapkan dan diberlakukan kepada berbagai paham keagamaan yang variatif itu, sehingga walaupun keadaanya umat bervariasi tetapi tidak keluar dari ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta sejalan dengan data-data historis yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.[13]
Setelah kita mengetahui permasalahan diatas maka dengan studi islam kita bisa menyikapi ajaran agama atau prinsip-prinsip agama dengan tepat dan benar, sehingga kita bisa menjadikan agama sebagai salah satu dari jalan menuju kesuksesan kita dalam mentauhidkan tuhan. Walaupun ummat muslim belum memahami ajaran agama islam secara keseluruhan namun dengan studi islam kita bisa mendalaminya sehingga kita tidak dianggap sebagai ummat yang ketinggalan zaman. Dan dengan adanya studi islam seorang muslim harus bisa membuktikan bahwa agama islam memiliki pengaruh yang luas dalam kehidupan manusia, dengan begitu islam akan muncul dengan keilmuan-keilmuan yang selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.



























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Studi islam adalah salah satu cara mempelajari agama islam dari segala macam seluk-beluknya. Dan untuk menjaga semua prinsip-prinsip atau aturan-aturan yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul Allah SWT unutk menciptakan kehidupan manusia yang sejahtera sehigga tidak keluar dari norma-norma agama islam yang sudah ada dari zaman dulu sampai yang akan datang.
Studi islam sebagai subjek studi dari ilmu-ilmu yang lainnya juga harus memiliki keterkaitan yang erat dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga tidak keluar dari isi di dalamnya, dan bisa dijadikan sebagai langkah untuk memperluas pengetahuan dalam bidang agama maupun bidang ilmu pengetahuan yang lainnya.
Dengan begitu studi islam memiliki tujuan yang menjadikan para muslim dan muslimat mengetahui dasar-dasar konsep agama islam dan apa yang dimaksud dengan agama islam itu sendiri. Sehingga agama islam bisa menjadikan pemeluknya memiliki kepribadian yang baik, baik dalam perkataa maupun tingkah laku dalam kehidupan sehari-harinya dan menjadi rahmatan lil aalamin.
Dan setelah kita mengetahui segala macam arti dan tujuan studi islam pasti kita bisaa mendapatkan manfaat yang bisa mengubah pola piker manusia yang memiliki jiwa kritis tentang islam yang bisa menuntaskan segala macam gejola ataupun perdebatan dengan ilmu keagamaan khususnya dengan ilmu agama islam.

B.     Saran
Kita sebagai ummat yang beragama islam harus memiliki pengetahuan tentang apa arti dan tujuan dari agama tersebut, sehingga kita bisa memilih jalan yang benar untuk kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.


DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Heri. 2015. Kurikulum Dan Pembelajaran Studi Agama Islam. Bandung: PT. Alfabeta. Cetakan pertama.
Khallaf, Muhamad, Mun’im, Abdul. 1995. Agama Dalam Perspektif Rasional. Jakarta: PT. Firdaus. Cetakan kedua.
Nata, Abuddin. 1998. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Cetakan pertama.
Ramayulis. 2001. Metodologi Pengajaran Agama islam. Jakarta Pusat: PT. Kalam Mulia. Cetakan ketiga.
Santri, Gama, Beta, Alpa. 2018. Pengertian Objek Dan Tujuan Studi Islam, dalam http://www.scribd.com/document/325709851/2018/09/Pengertian-objek-dan-tujuan-studi-islam, diakses pada kamis, 29 September 2018.
Surya, Abdillah. 2013. Pengertian Objek Dan Tujuan Studi Islam, dalam blogspot.com-Pengertian-Objek-Dan-Tujuan-Studi-Islam, diakses pada selasa, 15 Oktober 2013.
Sarjanaku. 2013. Pengertian Metodologi Studi Islam, dalam html?m:www.sarjanaku.com/Pengertian-Metodologi-Studi-Islam, diakses pada sabtu, 10 Maret 2013.
Tafsir, Ahmad. 2004. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cetakan pertama.
Qur’an, Assobar. 2013. Al-Qur’an Nul Karim. Jakarta Timur: PT. Al-Mubin.
Zakariya, Abi, Imam. 1994. Riyaadu As-Sholihin



[1] Alpabetagamasantri, pengertian objek dan tujuan studi islam, dalam https://www.scribd.com/document/325709851-pengertian-objek-dan-tujuan-studi-islam/ diunggah pada kamis, 29 sep 2018.
[2] Abdillahsurya7, pengertian, objek dan tujuan studi islam, dalam blogspot.com-pengertian-objek-dan-tujuan-studi-islam.html?m/ diunggah pada selasa, 15 okt 2013.
[3] Assobar Qur’an, Al-Qur’an Nul Karim (Jakarta Timur: Pustaka Al-Mubin, 2013), hlm. 63.
[4] Sarjanaku, penggertian metodologi studi islam dalam html?m://www.sarjanaku.com/ pengertian-metodologi-studi-islam/ diunggah pada sabtu, 10 maret 2013.
[5] Abdul Mun’im Muhammad Khallaf, Agama Dalam Prespektif Rasional Edisi 2 (Jakarta: PT. Pustaka Firdaus, 1995), hlm. 20.
[6] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam Edisi 1 (Jakarta: PT. Raja Grafindi Persada, 1998), hlm. 102.
[7] Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam Edisi 3 (Jakarta: PT. Kalam Mulia, 2001), hlm. 61.
[8] Abuddin Nata, op. cit. hlm. 27-51.
[9] Assobar Qur’an, Op. cit, hlm. 586.
[10] Heri Gunawan, Kurikulum Dan Pembelajaran Studi Agama Islam Edisi 1 (Bandung: PT. Alfabeta, 2012), hlm. 2015.
[11] Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam Edisi 1 (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 115.
[12] Imam Zakariya, Riyaadu As-Sholihin, hadits ke-1469, hlm. 267.
[13] Abuddin Nata, Op. cit. hlm. 95.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar